Pasar Saham Global Menguat Didorong Sinyal Deeskalasi
Pasar saham global menguat pada perdagangan Rabu setelah tekanan jual sehari sebelumnya mereda. Optimisme muncul usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan telah mencapai kerangka kesepakatan terkait masa depan Greenland. Pernyataan tersebut disampaikan saat Trump menghadiri World Economic Forum di Davos dan langsung meredakan kekhawatiran investor global.
Trump juga memastikan Amerika Serikat tidak akan memberlakukan tarif baru yang sebelumnya dijadwalkan mulai 1 Februari. Ia kembali menegaskan bahwa Washington tidak akan mengambil Greenland dengan kekuatan militer. Sikap ini menurunkan ketegangan geopolitik dan mendorong pasar beralih dari risiko konfrontasi menuju risiko negosiasi.
Wall Street Melonjak, Volatilitas Turun Tajam
Wall Street merespons positif pernyataan Trump. Indeks Dow Jones naik 1,21%, S&P 500 menguat 1,16%, sementara Nasdaq Composite bertambah 1,18%. S&P 500 mencatat kenaikan harian terbesar sejak akhir November. Investor menilai berkurangnya ketidakpastian sebagai faktor utama reli tersebut.
Sejalan dengan itu, indeks volatilitas VIX turun lebih dari 15% ke level 17 setelah sehari sebelumnya melonjak ke posisi tertinggi sejak November. Penurunan ini menunjukkan permintaan lindung nilai berkurang dan sentimen risiko membaik secara signifikan.
Bursa Global Mengikuti, Eropa Relatif Stabil
Indeks MSCI All-World naik 0,87% setelah sempat melemah pada sesi sebelumnya. Di Eropa, STOXX 600 ditutup sedikit lebih rendah, sementara FTSE Inggris masih mampu mencatat kenaikan tipis. Pasar saham global menguat secara keseluruhan meski respons kawasan Eropa cenderung lebih hati-hati di tengah dinamika politik Uni Eropa dan Amerika Serikat.
Parlemen Eropa memutuskan menangguhkan pembahasan perjanjian dagang dengan AS. Uni Eropa juga menjadwalkan pertemuan darurat di Brussels untuk membahas implikasi pernyataan Trump mengenai Greenland terhadap hubungan transatlantik.
Obligasi Pulih Usai Tekanan Tajam
Pasar obligasi global mulai menunjukkan pemulihan setelah mengalami aksi jual agresif. Obligasi pemerintah Jepang jangka panjang kembali diburu investor setelah sehari sebelumnya mencatat penurunan terdalam dalam hampir 25 tahun. Tekanan sebelumnya dipicu kekhawatiran lonjakan belanja fiskal di bawah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.
Di Amerika Serikat, imbal hasil obligasi Treasury 30 tahun turun 5,1 basis poin ke 4,8693%. Yield obligasi acuan 10 tahun melemah ke 4,251%. Dinamika serupa juga terlihat pada obligasi pemerintah Jerman.
Dolar Menguat, Yen Melemah Jelang Rapat BOJ
Di pasar valuta asing, indeks dolar bangkit dan naik 0,25%. Euro terkoreksi ke $1,1686, sementara franc Swiss melemah sehingga dolar menguat terhadap mata uang tersebut. Yen Jepang turun ke 158,37 per dolar menjelang pertemuan Bank of Japan pada Jumat.
Pasar memperkirakan bank sentral Jepang belum akan menaikkan suku bunga kali ini. Namun, sinyal pengetatan kebijakan pada April tetap menjadi perhatian utama pelaku pasar.
Minyak Naik Tipis, Emas Koreksi dari Rekor
Harga minyak bergerak naik terbatas. Brent ditutup menguat 0,49% ke $65,24 per barel. Gangguan pasokan di Kazakhstan menopang harga, meski ekspektasi kenaikan stok minyak AS membatasi penguatan.
Harga emas sempat menyentuh rekor tertinggi sebelum terkoreksi. Emas spot turun dari puncaknya setelah Trump melunakkan sikap terkait Greenland. Meski begitu, emas masih mencatat kenaikan harian yang solid dan mencerminkan minat lindung nilai yang tetap kuat.
Fokus Pasar Beralih ke Negosiasi
Dengan meredanya ancaman tarif dan risiko geopolitik, pasar saham global menguat karena investor menilai arah kebijakan AS lebih terkoordinasi. Fokus pasar kini bergeser dari ketidakpastian headline menuju proses negosiasi yang dinilai lebih terukur. Sentimen ini membuka ruang pemulihan lanjutan, meski risiko geopolitik dan kebijakan moneter tetap menjadi faktor penggerak utama dalam waktu dekat.
Prospek Harga Emas Kamis | 22 Januari 2026
Pergerakan emas pada grafik H4 berada dalam tren naik yang kuat, ditandai dengan rangkaian higher high dan higher low serta posisi harga yang bertahan di atas SMA 50. Kenaikan berlanjut hingga mencetak puncak di area 4.888 sebelum terjadi koreksi wajar, yang kemudian membentuk support baru di 4.753.
Selama area ini tetap terjaga, bias bullish masih dominan dengan support lanjutan di 4.706 dan 4.663 yang berdekatan dengan SMA 50 dan berpotensi menjadi zona demand. Dari sisi atas, penembusan kembali resistance 4.888 akan membuka ruang kelanjutan tren naik dengan target mengarah ke FE 61,8 di 4.965 hingga level psikologis 5.000.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.888 R2 4.965 R3 5.000
S1 4.753 S2 4.706 S3 4.663
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.755 |
| Profit Target Level | 4.854 |
| Stop Loss Level | 4.705 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.880 |
| Profit Target Level | 4.820 |
| Stop Loss Level | 4.900 |
Prospek Harga US Oil Kamis | 22 Januari 2025
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan perubahan bias ke arah bullish setelah harga berhasil bangkit dari area low di sekitar 55,00 dan membentuk rangkaian higher low. Harga kini bergerak di atas SMA dan mampu bertahan di atas area support 59,13 hingga 58,45, yang mengindikasikan kekuatan beli masih terjaga.
Selama area tersebut tidak ditembus, peluang penguatan lanjutan tetap terbuka dengan target mengarah ke resistance 61,19 hingga 61,80, dan jika area ini berhasil ditembus, harga berpotensi melanjutkan kenaikan menuju resistance selanjutnya di sekitar 62,18. RSI berada di kisaran 60 menandakan momentum positif masih mendominasi, meski ruang konsolidasi jangka pendek tetap mungkin terjadi sebelum kelanjutan tren naik.
US Oil INTRADAY AREA
R1 61,19 R2 61,80 R3 62,18
S1 59,94 S2 59,13 S3 58,45
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 60,00 |
| Profit Target Level | 61,00 |
| Stop Loss Level | 59,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 61,10 |
| Profit Target Level | 60,10 |
| Stop Loss Level | 61,80 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan XAU/USD pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bullish, dengan level pivot di 93,00. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 95,87. Jika harga berhasil menembus area resistance ini, potensi penguatan lanjutan dapat mengarah ke zona 97,50–98,60.





Pada timeframe H4, harga emas masih bergerak dalam tren bullish yang solid setelah harga menembus area pivot point di 4.728 dan melanjutkan penguatan menuju R1 di 4.797. Struktur harga tetap membentuk higher high dan higher low, sementara pergerakan harga konsisten bertahan di atas SMA 50, menegaskan dominasi buyer.
Pada timeframe H4, US Oil menunjukkan upaya pemulihan setelah harga bertahan di atas area support 59,13 dan bergerak naik mengikuti SMA 50 yang mulai menanjak. Pergerakan harga saat ini berada tepat di bawah area resistance 59,94 hingga 60,56, sehingga kenaikan masih memerlukan konfirmasi penembusan yang solid. RSI berada di kisaran 52, menandakan momentum mulai menguat namun belum masuk zona jenuh beli.


Pergerakan emas pada timeframe H4 masih menunjukkan tren naik yang kuat, terlihat dari struktur higher high dan higher low yang tetap terjaga serta harga yang bergerak stabil di atas garis tren naik dan SMA 50. Penembusan resistance 4.640 yang diikuti pembukaan gap up di area 4.592 menjadi sinyal kelanjutan tren bullish, sekaligus menegaskan bahwa tekanan beli masih mendominasi. Area 4.592 hingga 4.550 kini beralih fungsi sebagai support terdekat, sementara selama harga mampu bertahan di atas zona tersebut, potensi kenaikan lanjutan tetap terbuka menuju resistance 4.700, kemudian 4.760 hingga 4.800.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 masih bergerak sideways dengan bias pemulihan setelah harga mampu bertahan di atas support kuat 58,45 dan tetap berada di atas SMA 50. Selama area 58,45 tidak ditembus, peluang rebound masih terbuka dengan resistance terdekat di 59,94, yang jika berhasil dilewati dapat mendorong kenaikan menuju 60,56 hingga 61,19.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD masih cenderung bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.1600. Selama harga bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 1.1640. Jika harga mampu menembus area ini, kenaikan lanjutan berpeluang mengarah ke resistance berikutnya di kisaran 1.1660–1.1675.

Pada timeframe H4, harga emas masih berada dalam tren naik yang solid setelah berhasil menembus resistance 4.640 dan bergerak di atas SMA 50, yang menegaskan dominasi buyer. Pembukaan gap up di area 4.592 menjadi sinyal lanjutan momentum bullish, dengan zona 4.592–4.640 kini berperan sebagai support penting selama harga tidak kembali menutup gap tersebut.
Pada pembukaan pasar, harga US Oil dibuka gap down di 58,74 dari penutupan sebelumnya di 59,21 dan sempat menembus support 58,69. Tekanan jual tidak berlanjut karena harga mampu bertahan dan memantul dari area tersebut, sehingga pergerakan selanjutnya hampir menutup gap yang terbentuk. Selama harga bertahan di atas support 58,69, peluang pemulihan tetap terbuka dengan potensi kenaikan menuju resistance 59,88, kemudian 60,56.
