FLASH NEWS
Economic News & Analysis
Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada Selasa, dengan ketiga indeks utama mencatat kenaikan. Dow Jones memimpin dengan penguatan 0,75% ke level 40.527,62, disusul S&P 500 yang naik 0,58% ke 5.560,82 dan Nasdaq yang bertambah 0,55% ke 17.461,32. Kenaikan ini terjadi di tengah kombinasi sentimen positif dari musim laporan keuangan kuartal pertama, harapan kemajuan dalam negosiasi tarif, serta kekhawatiran perlambatan ekonomi global.
Sektor teknologi menjadi sorotan karena empat dari tujuh raksasa AI—Meta, Microsoft, Apple, dan Amazon—dijadwalkan merilis laporan keuangan mereka pekan ini. Di sisi ekonomi, data menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan konsumen mengalami penurunan lebih besar dari ekspektasi, sementara jumlah lowongan kerja menurun 3,9%, memberikan tekanan tambahan pada prospek pertumbuhan ekonomi.
Dari pasar global, saham Eropa memperpanjang reli hingga hari keenam berturut-turut, didukung oleh laporan keuangan sektor perbankan. Indeks STOXX 600 naik 0,36%, sementara FTSEurofirst 300 menguat 0,35%. Saham negara berkembang juga menguat 0,34% dan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang ditutup naik 0,33%. Nikkei Jepang menambahkan 0,38%.
Di pasar valuta asing, dollar AS menguat setelah pernyataan dari pejabat pemerintahan terkait perkembangan positif dalam pembicaraan dagang, terutama dengan Tiongkok. Indeks dollar naik 0,2% ke level 99,23. Euro melemah 0,35% menjadi $1,1381, yen Jepang melemah ke 142,32 per dollar, dan pound sterling melemah 0,27% ke $1,3402. Dollar Kanada dan peso Meksiko bergerak variatif terhadap greenback.
Imbal hasil obligasi AS mengalami penurunan, mencerminkan ekspektasi perlambatan ekonomi. Yield obligasi 10 tahun turun ke level terendah tiga minggu di 4,17%, sementara yield obligasi 30 tahun turun ke 4,64%. Yield obligasi 2 tahun juga melemah ke 3,66%, menandakan pergeseran ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed.
Harga minyak mentah tertekan, mencatat penurunan tajam di tengah kekhawatiran akan resesi global dan permintaan yang melemah. Harga minyak WTI turun 2,63% menjadi $60,42 per barel, sedangkan Brent melemah 2,44% ke $64,25 per barel. Sementara itu, harga emas spot turun 0,59% ke $3.321,54 per troy ounce, seiring penguatan dollar yang menekan minat terhadap aset lindung nilai.
Prospek Harga Emas Hari Rabu (30/04)
Pergerakan emas di time frame H4 saat ini sedang bergerak sideways di bawah resistance dinamis SMA 50 yang berada di level 3.342, mengindikasikan tekanan bearish masih dominan. RSI (14) berada di bawah level 50, tepatnya di 48,89, mendukung potensi pelemahan lebih lanjut. Selama harga tetap di bawah SMA 50 dan tidak mampu break resistance 3.342, maka tekanan jual berpotensi mendorong harga turun ke area support 3.285 hingga 3.260,00.
Penembusan ke bawah 3.260 dapat membuka jalan menuju 3.230. Sebaliknya, konfirmasi breakout ke atas 3.342 dapat membatalkan skenario bearish dan membuka peluang penguatan ke 3.371 hingga 3.410. Perlu waspadai pergerakan lanjutan di sekitar area SMA 50 sebagai penentu arah berikutnya.
Data Perdagangan pada hari Selasa (29/04)
Open: 3.346,02 High: 3.348,74 Low: 3.299,53 Close: 3.320,39 Range: 49,21
GOLD INTRADAY AREA
R1 3.342 R2 3.371 R3 3.410
S1 3.285 S2 3.260 S3 3.230
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.285 |
| Profit Target Level | 3.335 |
| Stop Loss Level | 3.260 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 3.340 |
| Profit Target Level | 3.300 |
| Stop Loss Level | 3.375 |
Prospek Harga Minyak Hari Rabu (30/04)
Pergerakan US Oil terlihat bahwa saat ini harga berada dalam tekanan bearish setelah gagal bertahan di atas SMA 50, yang kini berada di kisaran 62,53 dan berfungsi sebagai resistance dinamis. RSI (14) turun mendekati area oversold (32,06), mengindikasikan momentum pelemahan masih kuat namun mendekati potensi jenuh jual.
Selama harga tetap di bawah resistance 61,48–62,53, potensi penurunan lanjutan tetap terbuka menuju support 59,49, kemudian 58,72 hingga 57,92. Skenario bearish masih dominan kecuali terjadi rejection kuat dari area support atau harga kembali naik menembus SMA 50 secara konsisten.
Data perdagangan pada hari Selasa (29/04)
Open: 61,98 High: 62,03 Low: 60,16 Close: 60,18 Range: 1,87
OIL INTRADAY AREA
R1 61,48 R2 62,53 R3 63,66
S1 59,49 S2 58,72 S3 57,92
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 59,55 |
| Profit Target Level | 61,00 |
| Stop Loss Level | 58,60 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 61,40 |
| Profit Target Level | 60,00 |
| Stop Loss Level | 62,60 |
Dari perspektif teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan EUR/USD memiliki potensi untuk tetap bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.1375. Selama harga bertahan di atas level tersebut, penguatan kemungkinan akan berlanjut untuk menguji area resistance di kisaran 1.1425–1.1480.





Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat bahwa harga saat ini bergerak di atas garis SMA (50), menunjukkan tren bullish jangka menengah. Indikator RSI berada di level 53,66, mengindikasikan momentum netral cenderung bullish, dengan ruang untuk kenaikan lebih lanjut sebelum mencapai kondisi overbought.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat bahwa harga saat ini berada di bawah SMA (50), menunjukkan tren bearish jangka menengah. Indikator RSI berada di level 43,54, mendekati zona oversold namun masih dalam area netral, menunjukkan momentum bearish yang kuat.


Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat bahwa harga saat ini bergerak di sekitar area 3.311 setelah mengalami penurunan dari puncak sebelumnya. Terlihat harga sedang menguji area resistance minor di sekitar 3.329, dengan kemungkinan skenario naik ke 3.371 dan 3.410 jika berhasil breakout ke atas. Jika gagal menembus resistance tersebut, harga berpotensi turun kembali ke support di 3.285, 3.260 hingga 3.230. Garis SMA 50 (merah) saat ini berada sedikit di atas harga, mengindikasikan tekanan bearish jangka pendek, sementara indikator RSI 14 menunjukkan nilai 45,97, yang berarti momentum netral-cenderung lemah tanpa adanya kondisi overbought atau oversold.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat bahwa harga saat ini bergerak di sekitar level 63,26 setelah perlahan bangkit dari tekanan bearish sebelumnya. Harga saat ini mencoba bertahan di atas garis SMA 50, yang mulai mendatar, menunjukkan potensi perubahan momentum. Jika harga mampu menembus resistance 64,17, peluang penguatan lebih lanjut terbuka menuju area 64,89 hingga 65,96.


Pergerakan emas di time frame H4 menunjukkan tren naik yang sempat terkoreksi setelah mencapai area resistance di sekitar 3.495,00. Saat ini harga mulai menguat kembali setelah menyentuh support dinamis dari SMA 50 dan membentuk candle bullish. Jika harga mampu menembus resistance terdekat di 3.389,00, maka potensi kenaikan lanjutan menuju 3.443,00 hingga 3.495,00 terbuka lebar.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 sempat mengalami tekanan setelah menembus trendline naik dan kini bergerak mendatar di atas support dinamis dari SMA 50. Jika harga mampu bertahan di atas area 62,79 dan menembus resistance terdekat di 63,24, maka peluang penguatan menuju 64,17 hingga 64,89 akan terbuka.
