Saham Global Naik Didorong Sektor Teknologi
Saham global naik pada perdagangan Rabu, dipimpin oleh reli saham teknologi setelah laporan kinerja solid dari Nvidia. Perusahaan chip tersebut mencatat lonjakan pendapatan kuartalan sebesar 73% menjadi $68,1 miliar, melampaui ekspektasi pasar sebesar $66,2 miliar.
Kenaikan ini mendorong optimisme investor terhadap prospek sektor kecerdasan buatan (AI). Saham Nvidia ditutup naik 1,4% di sesi reguler dan kembali menguat sekitar 3% dalam perdagangan setelah penutupan. Sentimen positif ini memperkuat keyakinan bahwa investasi pada infrastruktur AI masih akan berlanjut dalam jangka panjang.
Wall Street Menguat Seiring Momentum AI
Di Amerika Serikat, saham global naik tercermin dari penguatan seluruh indeks utama. Dow Jones Industrial Average naik 0,63%, S&P 500 menguat 0,81%, dan Nasdaq Composite melonjak 1,3%.
Kenaikan terbesar terjadi pada sektor teknologi dan keuangan. Selain itu, indeks saham global MSCI turut naik 0,92%, sementara indeks STOXX Europe 600 mencetak rekor tertinggi baru dengan kenaikan 0,69%.
Sentimen AI menjadi faktor dominan yang menggerakkan pasar. Investasi besar pada pusat data dan energi memperkuat prospek pertumbuhan sektor ini dalam beberapa tahun ke depan. Namun, potensi disrupsi terhadap perusahaan perangkat lunak lama tetap menjadi perhatian utama investor.
Risiko Geopolitik dan Tarif Masih Membayangi
Meski saham global naik, pelaku pasar tetap mencermati risiko geopolitik dan kebijakan perdagangan. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa sebagian besar negara dan korporasi masih ingin mempertahankan kesepakatan tarif dengan Amerika Serikat.
Namun, ketidakjelasan arah kebijakan terhadap Iran meningkatkan kekhawatiran akan potensi konflik militer. Di sisi lain, kebijakan tarif baru sebesar 10% telah mulai diberlakukan dan berpotensi naik menjadi 15%. Trump juga memperingatkan kemungkinan tarif lebih tinggi bagi negara yang tidak mematuhi kesepakatan perdagangan.
Pergerakan Obligasi dan Mata Uang
Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik tipis ke 4,058%. Sementara itu, imbal hasil obligasi Jerman tenor 10 tahun juga meningkat ke 2,71%.
Di pasar valuta asing, dolar AS melemah terhadap euro dan poundsterling. Euro naik ke $1,1806, sedangkan pound menguat ke $1,3551. Sebaliknya, yen Jepang melemah terhadap dolar di level 156,38 per dolar.
Emas dan Minyak Bergerak Terbatas
Harga emas naik 0,4% ke $5.168,44 per ounce, didukung oleh ketidakpastian geopolitik dan kebijakan perdagangan. Namun, kenaikan tertahan oleh ekspektasi bahwa bank sentral AS belum akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat.
Dua pejabat Federal Reserve menyatakan belum ada urgensi untuk mengubah kebijakan moneter, dengan alasan kondisi pasar tenaga kerja yang tetap kuat dan inflasi yang masih bertahan.
Sementara itu, harga minyak relatif stabil. Minyak mentah AS turun tipis ke $65,42 per barel, sedangkan Brent naik ke $70,85. Kenaikan persediaan minyak AS yang lebih besar dari perkiraan menahan potensi kenaikan harga, meskipun risiko gangguan pasokan dari konflik AS-Iran masih membayangi.
Prospek Harga Emas Kamis | 26 Februari 2026
Pergerakan emas pada timeframe H4 masih menunjukkan bias bullish setelah harga mampu bertahan di atas SMA 50 serta area support 5.100–5.046. Selama harga tetap berada di atas zona tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance berikutnya di kisaran 5.250 hingga 5.312.
Namun, jika harga turun dan menembus di bawah 5.046 yang juga berdekatan dengan SMA 50, maka struktur bullish berisiko melemah dan membuka peluang koreksi lanjutan menuju support berikutnya di area 4.989. Sementara itu, indikator RSI yang masih berada di atas level 50 mengindikasikan momentum kenaikan tetap terjaga, meskipun saat ini terlihat adanya fase konsolidasi jangka pendek.
GOLD INTRADAY AREA
R1 5.217 R2 5.250 R3 5.312
S1 5.100 S2 5.046 S3 4.989
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 5.120 |
| Profit Target Level | 5.200 |
| Stop Loss Level | 5.090 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 5.215 |
| Profit Target Level | 5.130 |
| Stop Loss Level | 5.260 |
Prospek Harga US Oil Kamis | 26 Februari 2025
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 masih berada dalam fase konsolidasi setelah reli sebelumnya, dengan harga bergerak di dalam range 65.43 hingga 67.05 sebagai area kunci jangka pendek. Harga sempat turun menembus 65.43, namun kembali bertahan di atas level tersebut, sehingga struktur konsolidasi masih tetap valid.
Selama harga mampu bertahan di atas support 65.43 dan tetap berada di atas SMA 50 di sekitar 64.61, bias bullish masih terjaga dengan peluang kenaikan untuk menguji resistance 67.05 hingga 67.73, bahkan berpotensi melanjutkan ke 68.55. Sebaliknya, jika terjadi penurunan yang lebih solid di bawah 65.43, tekanan jual dapat meningkat dan mendorong harga menuju 64.61, dengan potensi lanjutan ke 63.61.
US Oil INTRADAY AREA
R1 67,05 R2 67,73 R3 68,55
S1 65,43 S2 64,61 S3 63,61
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 65,50 |
| Profit Target Level | 67,00 |
| Stop Loss Level | 64,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 67,05 |
| Profit Target Level | 66,00 |
| Stop Loss Level | 67,75 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan AUD/USD masih berada dalam bias bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 0.7075. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance di 0.7135, kemudian 0.7155, hingga 0.7175.





Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan bahwa harga sebelumnya sempat naik hingga membentuk high di area 5.250, sebelum akhirnya mengalami koreksi yang masih tergolong sehat. Tekanan turun tertahan di area 5.100 sebagai support terdekat, sementara posisi harga yang tetap berada di atas SMA 50 di sekitar 5.046 menandakan struktur bullish masih terjaga. Saat ini harga cenderung bergerak konsolidatif di bawah resistance 5.192, dan selama bertahan di atas 5.100, peluang kenaikan masih terbuka untuk kembali menguji 5.192 hingga 5.250.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan fase konsolidasi setelah kenaikan sebelumnya. Harga bergerak sideways dalam range 65.43 hingga 67.05 sebagai zona kunci jangka pendek. Harga juga masih bertahan di atas SMA 50 di sekitar 64.61, sehingga bias bullish tetap terjaga selama tidak ditembus ke bawah.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/CAD masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.6157. Selama harga tetap berada di bawah level tersebut, tekanan turun berpotensi berlanjut untuk menguji support di 1.6099, kemudian 1.6083, hingga 1.6067.

Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan momentum bullish yang kuat setelah berhasil menembus area 5.146 dan 5.205 yang kini beralih fungsi menjadi support. Harga bergerak stabil di atas level tersebut dan tetap didukung oleh posisi di atas SMA 50 , mencerminkan tren naik yang terjaga.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan fase konsolidasi setelah reli kuat, dengan harga bergerak sideways di dalam area 65.43–67.05 yang kini menjadi zona kunci. Selama harga mampu bertahan di atas support 65.43, bias bullish masih terjaga dan berpotensi melanjutkan kenaikan menuju resistance 67.73 hingga 68.55. Namun, jika terjadi breakdown di bawah 65.43, harga berisiko mengalami koreksi lebih dalam menuju area 64.61, sebelum kembali menentukan arah selanjutnya.
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai EUR/USD masih bergerak dalam tren bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.1780. Selama harga bertahan di atas level tersebut, kenaikan berpotensi berlanjut untuk menguji resistance di 1.1855, kemudian 1.1880, hingga 1.1900.

Harga emas pada timeframe H4 terlihat melanjutkan momentum bullish setelah berhasil breakout dari area resistance 5.046 dan bergerak stabil di atas SMA 50, yang kini berfungsi sebagai support dinamis. Struktur higher low yang terbentuk sejak pertengahan Februari diperkuat oleh trendline naik, menunjukkan tekanan beli yang masih dominan.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan momentum bullish yang masih terjaga setelah breakout kuat dari area resistance 65,43 dan kini bergerak di atas MA sebagai support dinamis. Struktur higher high dan higher low mengindikasikan tren naik yang solid, meskipun saat ini terlihat fase konsolidasi ringan setelah kenaikan tajam.
