Market Summary
Data terbaru menunjukkan bahwa inflasi konsumen AS tumbuh lebih lambat dari perkiraan. Indeks Harga Konsumen (CPI) naik hanya 0,1% pada bulan Mei, turun dari 0,2% di bulan April. Angka ini juga lebih rendah dari ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan sebesar 0,2%. Perlambatan ini memperkuat harapan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga paling cepat pada bulan September. Pelaku pasar kini memperkirakan kemungkinan pemangkasan suku bunga sebesar 70%, naik dari 57% sebelumnya.
Wall Street Melemah di Tengah Ketidakpastian
Bursa saham AS ditutup melemah pada hari Rabu, dengan Dow Jones nyaris tidak berubah, sementara S&P 500 turun 0,27% dan Nasdaq melemah 0,5%. Minimnya detail dalam kesepakatan dagang baru antara AS dan Tiongkok turut membebani sentimen pasar, meskipun ada optimisme bahwa kedua negara tengah berupaya menghidupkan kembali gencatan senjata dagang. Namun, tanpa rincian konkret, risiko tarif tambahan di masa depan masih menghantui.
Dollar AS Melemah, Imbal Hasil Obligasi Turun
Dollar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama. Indeks dollar turun 0,3% ke 98,6, sementara euro menguat ke $1,148 dan yen Jepang bergerak ke 144,6 terhadap dollar. Di pasar obligasi, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turun 5,8 basis poin ke 4,416% setelah lelang surat utang senilai $39 miliar menunjukkan permintaan kuat, meskipun investor tetap khawatir terhadap defisit anggaran dan arah kebijakan fiskal AS.
Pasar Asia Positif, Eropa Cenderung Melemah
Di pasar global, indeks saham Asia mencatatkan kinerja positif dengan MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik sekitar 0,7%. Sebaliknya, indeks saham Eropa STOXX ditutup turun 0,3%, mencerminkan kekhawatiran investor atas prospek pertumbuhan dan risiko geopolitik yang meningkat.
Ketegangan Timur Tengah Dorong Harga Minyak dan Emas Menguat
Harga minyak melonjak tajam setelah laporan bahwa AS bersiap melakukan evakuasi parsial kedutaannya di Irak karena meningkatnya risiko keamanan di kawasan Timur Tengah. Brent naik $2,90 atau 4,34% menjadi $69,77 per barel, sementara WTI menguat $3,17 atau 4,88% ke $68,15 per barel—keduanya mencetak level tertinggi sejak awal April.
Sementara itu, harga emas juga mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,1% ke $3.324,72 per ons, didukung oleh ekspektasi pelonggaran moneter dari The Fed sebagai respons terhadap perlambatan inflasi. Kontrak berjangka emas AS ditutup mendekati tidak berubah di $3.343,70 per ons.
Prospek Harga Emas Hari Kamis (12/06)
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan pola higher low yang ditopang oleh trendline naik (biru), mengindikasikan tekanan beli yang mulai meningkat. Harga saat ini bergerak di atas SMA 50, yang menunjukkan momentum bullish jangka menengah. RSI 14 berada di kisaran 61, menandakan kondisi bullish moderat tanpa tanda-tanda overbought.
Jika harga mampu bertahan di atas area resistance 3.353, maka ada potensi melanjutkan kenaikan menuju level 3.375 hingga 3.424. Namun, kegagalan bertahan di atas 3.338 berisiko mendorong harga turun ke 3.318.
Data Perdagangan pada hari Rabu (11/06)
Open: 3.322,02 High: 3.360,62 Low: 3.315,39 Close: 3.352,60 Range: 45,23
GOLD INTRADAY AREA
R1 3.375 R2 3.392 R3 3.424
S1 3.353 S2 3.338 S3 3.318
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.355 |
| Profit Target Level | 3.390 |
| Stop Loss Level | 3.330 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 3.375 |
| Profit Target Level | 3.355 |
| Stop Loss Level | 3.395 |
Prospek Harga Minyak Hari Kamis (12/06)
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan penguatan harga yang signifikan setelah menembus resistance 66,26, didukung oleh posisi harga yang berada jauh di atas SMA 50 sebagai sinyal tren naik yang kuat. RSI 14 saat ini berada di zona overbought, sekitar 74,90, yang menandakan bahwa meskipun momentum bullish masih dominan, potensi koreksi jangka pendek tetap terbuka.
Selama harga mampu bertahan di atas area support 66,26–67,14, peluang penguatan selanjutnya terbuka untuk menguji resistance di sekitar 68,89. Jika resistance ini berhasil ditembus, maka kenaikan berikutnya berpotensi menuju area gap di kisaran 70,00 hingga 70,73. Sebaliknya, jika harga turun kembali di bawah 66,26, maka pullback ke area support di 65,41 menjadi kemungkinan yang perlu diantisipasi.
Data perdagangan pada hari Rabu (11/06)
Open: 64,74 High: 68,35 Low: 64,60 Close: 67,92 Range: 3,75
OIL INTRADAY AREA
R1 68,89 R2 70,00 R3 70,73
S1 67,14 S2 66,26 S3 65,41
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 66,30 |
| Profit Target Level | 68,50 |
| Stop Loss Level | 65,30 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 68,80 |
| Profit Target Level | 67,70 |
| Stop Loss Level | 69,30 |
Dapatkan update seputar Pasar saham global trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Selamat trading dan semoga sukses!
Secara teknikal, analisis Trading Central melihat potensi bullish pada harga emas di time frame H4. Level pivot berada di 3.320. Selama harga bertahan di atas level ini, target berikutnya diperkirakan menguji resistance di 3.360-3.400.









Pergerakan emas pada time frame H4 saat ini harga masih bergerak di bawah area resistance 3.338 dengan support terdekat di kisaran 3.293. Pergerakan harga masih tertahan di sekitar garis SMA 50, yang saat ini berperan sebagai resistance dinamis.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan tren naik yang didukung oleh posisi harga di atas SMA 50, yang kini berperan sebagai support dinamis. Saat ini harga tertahan di bawah resistance 65,57, dan jika berhasil menembusnya, ada potensi kenaikan lanjutan menuju 66,41 hingga 67,14.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan GBP/USD masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.3520. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan penurunan diperkirakan akan berlanjut dengan target ke area support 1.3465–1.3425.


Pergerakan emas pada time frame H4 H4 terlihat harga saat ini mengalami rebound setelah menyentuh area support di sekitar 3.293 dan mulai menguji resistance dinamis berupa SMA 50. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas SMA 50 serta resistance minor di 3.338, maka ada potensi kelanjutan tren naik menuju level resistance berikutnya di 3.353 hingga 3.375.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan penguatan setelah berhasil menembus resistance di sekitar 64,73 dan kini bergerak stabil di atas SMA 50. Struktur harga mengindikasikan potensi bullish lanjutan dengan target berikutnya di kisaran 65,57 hingga 67,14.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/JPY pada time frame H4 cenderung bearish, dengan level pivot berada di 144.45. Selama harga tetap bergerak di bawah level tersebut, potensi pergerakan selanjutnya adalah penurunan menuju area support di kisaran 143.78-142.90.
