Economic News & Analysis
Weekend Edition
Market Summary
Bank Sentral Eropa (ECB) memberikan sinyal kuat untuk kemungkinan pemangkasan suku bunga lebih lanjut guna mengatasi kerapuhan ekonomi zona euro yang tertekan oleh ketegangan perdagangan dan tarif AS. Dalam langkah terbaru, ECB memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 2,25%, penurunan ketujuh dalam siklus ini. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi yang sedang berjuang menghadapi dampak besar dari tarif AS yang mengguncang pasar sejak pengumuman tarif timbal balik oleh Presiden Donald Trump pada 2 April.
Euro melemah, dan imbal hasil obligasi pemerintah zona euro turun tajam sebagai respons terhadap pesan dovish dari ECB. Obligasi Jerman dengan tenor dua tahun, yang sensitif terhadap ekspektasi kebijakan moneter, mencatat penurunan sebesar 7 basis poin, sementara obligasi Italia mencapai level terendah sejak 2022.
Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga meningkat, dengan probabilitas pemangkasan pada bulan Juni mencapai 75%, naik dari sekitar 60% sebelum keputusan ECB. Hingga akhir tahun, pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga sebanyak tiga kali, dibandingkan dua kali sebelumnya.
Namun, pandangan analis terhadap langkah ECB berikutnya tetap beragam. Beberapa memproyeksikan pemangkasan lebih agresif hingga suku bunga mencapai 1,25% pada Oktober, sementara yang lain memperkirakan satu kali pemangkasan lagi menjadi 2%. Ada juga spekulasi bahwa ECB dapat mulai menaikkan suku bunga pada tahun depan jika kondisi ekonomi membaik.
Dampak tarif terhadap inflasi kurang jelas dibandingkan terhadap pertumbuhan ekonomi. Euro yang telah menguat lebih dari 9% sejak Maret membantu menahan biaya impor, sementara harga minyak turun hampir 10% bulan ini. Indeks ekspektasi inflasi jangka panjang menunjukkan stabilitas di angka 2%, target ECB. Namun, beberapa ekonom memperingatkan risiko inflasi di bawah target, yang berpotensi menjadi tantangan bagi ECB setelah bertahun-tahun berjuang melawan inflasi rendah sebelum pandemi COVID-19.
Dolar AS Stabil di Tengah Libur Paskah
Dolar AS tetap stabil terhadap mata uang utama lainnya pada hari Jumat, dengan aktivitas perdagangan yang rendah karena sebagian besar pasar global tutup untuk libur Paskah. Volume perdagangan yang tipis membatasi pergerakan signifikan, menjaga dolar mendekati level terendah tiga tahun.
Kondisi ini mencerminkan jeda pasar setelah volatilitas sebelumnya, terutama yang dipengaruhi oleh kebijakan perdagangan AS. Ke depan, pergerakan dolar akan dipengaruhi oleh perkembangan kebijakan ekonomi AS dan rilis indikator makroekonomi utama, seperti data inflasi dan pengangguran.
Pergerakan Komoditas
Pasar komoditas menunjukkan dinamika signifikan:
- Emas: Harga emas turun di bawah $3.330 per ons pada Kamis setelah mencapai rekor tertinggi. Penurunan ini dipicu oleh aksi ambil untung investor meski permintaan terhadap aset safe-haven tetap kuat di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan AS.
- Minyak: Harga minyak melonjak lebih dari 3% pada Kamis, didukung oleh harapan kesepakatan perdagangan antara AS dan Uni Eropa serta sanksi baru AS terhadap ekspor minyak Iran yang meningkatkan kekhawatiran pasokan. Brent crude naik $2,11 menjadi $67,96 per barel, sementara WTI naik $2,21 menjadi $64,68 per barel. Sepanjang pekan ini, Brent dan WTI masing-masing mencatat kenaikan sekitar 5%, menjadi kenaikan mingguan pertama dalam tiga pekan terakhir.
Sinyal dovish dari ECB menunjukkan komitmen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi zona euro meski prospek inflasi tetap menjadi tantangan. Di pasar global, stabilitas dolar, ketegangan perdagangan, serta dinamika harga emas dan minyak akan terus memengaruhi volatilitas. Dalam jangka pendek, pasar cenderung tetap tenang selama libur Paskah, tetapi risiko tetap tinggi menghadapi perkembangan kebijakan perdagangan dan moneter global.
WEEK AHEAD
(21 – 25 April 2025)
Minggu mendatang, perhatian pasar global akan tertuju pada sejumlah data ekonomi utama serta perkembangan lebih lanjut terkait ketegangan perdagangan internasional. Ketidakpastian mengenai kebijakan tarif Amerika Serikat terus memicu volatilitas di berbagai kelas aset, terutama di tengah ancaman eskalasi tarif di luar janji untuk mencapai kesepakatan dagang.
Data Ekonomi yang Akan Datang:
- PMI Flash Zona Euro (Rabu, 23 April): Data PMI Flash untuk sektor manufaktur dan jasa di Prancis dan Jerman akan memberikan indikasi awal tentang dampak potensi eskalasi tarif terhadap ekonomi zona euro. PMI Flash Jasa Jerman diperkirakan naik ke 50,9, menunjukkan ekspansi moderat, sementara manufaktur Jerman juga menunjukkan perbaikan dari 47,5 menjadi 48,3.
- PMI Flash Inggris (Rabu, 23 April): Data ini diantisipasi menunjukkan perbaikan di sektor jasa, yang diperkirakan meningkat dari 51,4 menjadi 52,5, sementara sektor manufaktur menunjukkan pertumbuhan yang lebih terbatas di angka 44,9 dari 44,0.
- PMI Flash AS (Rabu malam, 23 April): Indikator PMI Flash untuk sektor manufaktur dan jasa AS diperkirakan menunjukkan peningkatan dengan manufaktur naik menjadi 50,2 dan jasa menjadi 54,4. Angka ini akan menunjukkan daya tahan sektor jasa AS meskipun ketidakpastian perdagangan tetap tinggi.
- Klaim Pengangguran AS (Kamis, 24 April): Data mingguan ini diantisipasi tetap stabil di angka 215 ribu, mencerminkan kekuatan pasar tenaga kerja AS.
- Penjualan Ritel Inggris dan Kanada (Jumat, 25 April): Penjualan ritel Inggris diharapkan mengalami rebound dengan kenaikan dari -0,4% menjadi 1,0%. Sebaliknya, data Kanada diproyeksikan turun 0,6%, yang berpotensi menunjukkan pelemahan permintaan domestik.
Dinamika Perdagangan dan Inflasi: Ketidakpastian seputar tarif perdagangan AS akan menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar minggu depan. Data PMI akan menjadi indikator awal untuk mengukur dampak dari ancaman tarif pada aktivitas bisnis global. Selain itu, data pesanan barang tahan lama AS dan penjualan rumah yang akan dirilis akan membantu mengukur daya beli konsumen dan kekuatan ekonomi AS lebih luas.
Sorotan Korporasi: Laporan keuangan dari perusahaan-perusahaan besar seperti Alphabet, Tesla, Boeing, Intel, IBM, Merck, dan P&G akan menjadi pusat perhatian. Hasil laporan ini akan menjadi barometer untuk kondisi sektor korporasi di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Data Mingguan Perdagangan Emas (14 – 18 April 2025)
Open : 3.222,95 High : 3.357,76 Low : 3.193,26 Close : 3.324,87 Range : 164,50
GOLD PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 3.226 | R1 3.391 |
| S2 3.127 | R2 3.456 |
| S3 3.062 | R3 3.555 |
Gold Outlook : Bullish
Data Mingguan Perdagangan US Crude Oil (14 – 18 April 2025)
Open : 62,05 High : 64,16 Low : 59,85 Close : 63,63 Range : 4,31
OIL PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 60,93 | R1 65,24 |
| S2 58,24 | R2 66,86 |
| S3 56,62 | R3 69,55 |
Oil Outlook : Bearish
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan potensi pergerakan bullish pada harga emas di time frame H4, dengan level pivot berada di 3.312. Selama harga bertahan di atas level ini, kenaikan diperkirakan dapat berlanjut untuk menguji area resistance di kisaran 3.360-3.423.





Pergerakan emas di time frame H4 menunjukkan tren bullish, dengan harga mendekati resistance R1 di 3.377,47. Resistance ini menjadi level kunci yang menentukan apakah tren bullish akan berlanjut. Indikator RSI berada di level overbought (83,95), menunjukkan potensi koreksi jika momentum bullish melemah.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan fase pemulihan setelah tekanan jual yang cukup tajam sebelumnya. Saat ini harga bergerak naik membentuk higher low, yang ditopang oleh trendline (garis biru) sebagai support dinamis. Harga juga mendekati area resistance penting di 62.67, yang apabila berhasil ditembus dapat membuka potensi kenaikan lanjutan menuju 63.75 hingga 64.89.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan USD/CHF masih berada dalam tekanan bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 0.8230. Selama harga bergerak di bawah level ini, tren penurunan diperkirakan berlanjut dengan target menuju area support di kisaran 0.8130 hingga 0.8070.

Pergerakan harga emas pada grafik H4 menunjukkan momentum bullish yang kuat setelah berhasil breakout dari area konsolidasi di sekitar level 3.213 dan kini menguji resistance di 3.245 yang juga bertepatan dengan level Fibonacci 100.0%. Jika breakout ini valid dan harga mampu bertahan di atas level tersebut, maka potensi kenaikan selanjutnya mengarah ke area 3.277 (Fibonacci 161.8%) dan target jangka menengah berada di 3.328 (Fibonacci 261.8%).
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan tekanan bearish setelah gagal menembus resistance di level 61,71 yang juga bertepatan dengan area Fibonacci 38,2% serta tertahan di bawah garis SMA 50, mengindikasikan dominasi seller masih kuat. RSI berada di level 46,87, mendekati zona netral namun cenderung turun, memperkuat potensi pelemahan lanjutan.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/CAD berpeluang bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.3830. Selama harga tetap berada di atas level ini, terdapat potensi kenaikan untuk menguji area resistance di kisaran 1.3890 hingga 1.3970.


