Trading Opportunity Pair (TOP)
Market Summary
Harga emas menguat pada hari Jumat, didorong oleh pelemahan dolar AS dan meningkatnya ketegangan geopolitik, sambil mencatatkan kenaikan mingguan yang solid. Spot gold naik sebesar 0,7% menjadi $3.326,99 per ounce pada pukul 08:47 GMT, sementara kontrak berjangka emas AS juga meningkat dengan persentase yang sama, diperdagangkan pada $3.328,10 per ounce. Secara keseluruhan, emas telah menguat 2,5% sepanjang pekan ini.
Pelemahan dolar AS, dengan indeks dolar (DXY) tergelincir 0,3%, menjadi salah satu faktor utama yang membuat emas lebih menarik bagi investor yang memegang mata uang lain. Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik turut memberikan dukungan signifikan bagi logam mulia ini. Serangan militer di sepanjang perbatasan India-Pakistan, laporan pelanggaran gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina, serta eskalasi konflik di Timur Tengah antara Israel dan kelompok Houthi yang didukung Iran meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe-haven.
Di tengah ketegangan tersebut, perhatian pasar juga tertuju pada perundingan perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina yang dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini di Swiss. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mengurangi perang dagang yang telah berlangsung lama antara dua ekonomi terbesar dunia. Namun, optimisme yang timbul dari potensi pengurangan tarif oleh Amerika Serikat terhadap Cina dapat membatasi kenaikan harga emas lebih lanjut.
Analis mencatat bahwa pergerakan harga emas baru-baru ini menunjukkan pola pembelian yang kuat di tengah ketidakpastian ekonomi, meskipun aksi ambil untung di level harga tertentu juga terlihat.
Selain itu, kebijakan moneter Amerika Serikat terus menjadi perhatian. Federal Reserve menyatakan tidak ada kecenderungan untuk memotong suku bunga dalam waktu dekat, meskipun ketidakpastian ekonomi terus meningkat. Pernyataan pejabat FOMC yang dijadwalkan pada hari Jumat akan memberikan wawasan tambahan tentang prospek kebijakan ini, yang berpotensi memengaruhi dolar AS dan harga emas secara bersamaan.
Secara keseluruhan, meskipun harga emas mencatatkan kenaikan mingguan yang solid, potensi penguatan lebih lanjut tampaknya terbatas oleh sentimen positif pasar terhadap perkembangan perdagangan global serta kebijakan moneter yang hati-hati dari Federal Reserve.
Analisis Teknikal
Dari perspektif teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga emas pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot berada di $3.330. Selama harga tetap bergerak di bawah level ini, tren penurunan diperkirakan akan berlanjut, dengan target berikutnya menguji area support di kisaran $3.290 hingga $3.252.
Sebagai alternatif skenario, jika harga berhasil menembus level $3.330 ke arah atas, maka potensi kenaikan akan terbuka dengan target resistance di area $3.350 hingga $3.368.
Resistance 1: 3.330 Resistance 2: 3.350 Resistance 3: 3.368
Support1: 3.290 Support 2: 3.275 Support 3: 3.252
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Selamat trading dan semoga sukses!






Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan tanda-tanda penguatan setelah berhasil menembus ke atas area resistance minor dan saat ini diperdagangkan di atas SMA 50, yang mulai melandai dan berpotensi menjadi support dinamis baru. RSI(14) berada di sekitar level 61,54, menandakan bahwa momentum bullish cukup kuat namun belum masuk ke zona overbought, sehingga masih ada ruang untuk kenaikan lanjutan.
Secara teknikal, analisis dari Trading Central menunjukkan bahwa pasangan GBP/USD masih berada dalam tren bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.3355. Selama harga tetap berada di bawah level ini, potensi penurunan akan berlanjut menuju support terdekat di 1.3255. Jika support tersebut ditembus, pasangan ini berpeluang melanjutkan penurunan ke area support berikutnya di 1.3210 hingga 1.3180.

Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat bahwa harga saat ini sedang mengalami koreksi setelah reli signifikan dari area sekitar 3.200 menuju level tertinggi mendekati 3.430. Harga terlihat ditolak dari resistance di sekitar 3.398–3.430 dan kini menguji area support di kisaran 3.350 yang berdekatan dengan SMA 50, yang berfungsi sebagai support dinamis. Jika harga mampu bertahan di atas area ini dan muncul konfirmasi bullish, ada peluang untuk rebound menuju resistance 3.398, 3.430, hingga 3.450. Namun, jika tekanan jual berlanjut dan harga menembus support 3.350 dan 3.330, maka peluang penurunan menuju support berikutnya di 3.300 akan terbuka, bahkan berpotensi menuju area 3.200 sebagai target selanjutnya.
Setelah menutup gap yang terbentuk sebelumnya, harga WTI Crude Oil pada grafik H4 terlihat melakukan rebound dan berhasil naik hingga menguji area resistance di 59,78, yang juga bertepatan dengan garis SMA 50 sebagai resistance dinamis. Namun, upaya menembus resistance tersebut gagal, sehingga harga kembali mengalami tekanan turun. Saat ini harga sedang menguji area support di 57,61. Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada kemampuan harga bertahan di atas level ini. Jika support 57,61 mampu bertahan dan terjadi pantulan, maka ada potensi harga kembali menguji resistance 59,78.
Dari perspektif teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pada kerangka waktu H4, pergerakan emas masih cenderung bearish dengan level pivot berada di 3.417. Selama harga tetap berada di bawah level tersebut, ada potensi penurunan lanjutan menuju area support di kisaran 3.365-3.304.

Pergerakan Pasar saham global, harga emas pada grafik H4 saat ini berada di atas SMA 50 yang mengindikasikan tren jangka menengah masih bullish, namun RSI(14) menunjukkan kondisi mendekati overbought dan mulai berbalik arah turun dari area 70, yang menandakan potensi koreksi harga dalam waktu dekat. Koreksi diperkirakan akan tertahan di area support 3.370 atau 3.350 sebelum melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di kisaran 3.430 hingga 3.470.
Pergerakan harga US Oil pada grafik H4 terlihat telah berhasil menutup gap yang terbentuk sebelumnya dan kini berada di atas area tersebut, namun masih tertahan oleh resistance dinamis SMA 50. RSI(14) berada di kisaran 56, menunjukkan momentum kenaikan masih moderat.
