Market Summary
Dollar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama seperti euro, yen, dan franc Swiss pada hari Jumat (13/6), seiring meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven akibat konflik bersenjata antara Israel dan Iran. Serangan udara besar-besaran yang diluncurkan Israel terhadap fasilitas nuklir dan militer Iran memicu aksi balasan berupa ratusan rudal balistik yang dilaporkan diluncurkan Iran ke wilayah Israel.
Reaksi pasar menunjukkan dorongan kuat terhadap aset-aset yang dianggap aman. Dollar AS menguat 0,3% terhadap yen ke 143,88 dan naik 0,1% terhadap franc ke 0,8110. Indeks dollar melonjak 0,5% ke 98,2, menghentikan penurunan dua sesi sebelumnya. Meskipun demikian, secara mingguan dollar tetap mencatatkan pelemahan terhadap yen dan franc karena kekhawatiran investor atas kebijakan tarif AS dan hambatan perdagangan global.
Beberapa pelaku pasar menyatakan bahwa konflik geopolitik semacam ini biasanya menimbulkan reaksi spontan di pasar, namun dampak jangka panjangnya tergantung pada seberapa lama ketegangan berlangsung dan seberapa luas eskalasinya.
Emas Melejit Dekati Rekor, Investor Lari ke Aset Aman
Harga emas melonjak tajam pada hari Jumat, didorong oleh lonjakan permintaan terhadap aset lindung nilai di tengah memanasnya konflik Israel-Iran. Harga spot gold naik 1,6% ke $3.437,21 per troy ounce, mendekati rekor tertingginya di $3.500,05 yang tercatat pada April lalu. Kontrak berjangka emas AS ditutup naik 1,5% ke $3.452,80. Secara mingguan, emas telah menguat sekitar 4%.
Peningkatan harga emas menunjukkan reaksi psikologis pasar terhadap risiko konflik fisik dan ketidakpastian global. Emas, bersama dengan dollar, kembali dianggap sebagai pilihan utama dalam menghadapi ancaman perang terbuka di Timur Tengah.
Harga Minyak Naik Tajam, Kekhawatiran Gangguan Pasokan Membayangi
Harga minyak melonjak tajam pada hari Jumat, dipicu oleh kekhawatiran bahwa konflik antara Israel dan Iran dapat mengganggu pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah. Brent crude ditutup menguat 7,02% ke $74,23 per barel setelah sempat menyentuh $78,50—level tertinggi sejak 27 Januari. Dalam sepekan, Brent melonjak 12,5%.
Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) naik 7,62% ke $72,98 per barel dan sempat mencapai intraday high di $77,62, level tertinggi sejak 21 Januari. Secara mingguan, WTI telah naik 13%.
Pasar sangat khawatir bahwa eskalasi konflik ini bisa berdampak serius jika menyebabkan penutupan Selat Hormuz—jalur strategis tempat sepertiga pasokan minyak dunia melewati. Jika hal itu terjadi, pasar global berisiko menghadapi guncangan pasokan yang signifikan.
Wall Street Terpukul, Investor Hindari Risiko
Pasar saham AS anjlok pada akhir pekan lalu setelah Iran meluncurkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel. Dow Jones Industrial Average jatuh 1,79% ke 42.197,79 poin, S&P 500 melemah 1,13% ke 5.976,97 poin, dan Nasdaq turun 1,30% ke 19.406,83 poin. Secara mingguan, Dow turun 1,3%, S&P 500 melemah 0,4%, dan Nasdaq kehilangan 0,6%.
Sektor energi menjadi satu-satunya sektor yang mencatatkan penguatan, didorong oleh lonjakan harga minyak. Saham-saham seperti Exxon dan Diamondback Energy menguat masing-masing 2,2% dan 3,7%. Sebaliknya, saham maskapai mengalami tekanan tajam karena kekhawatiran biaya bahan bakar yang melonjak. Saham Delta Air Lines turun 3,8%, United Airlines 4,4%, dan American Airlines 4,9%.
Sektor pertahanan justru mengalami kenaikan signifikan. Saham-saham perusahaan seperti Lockheed Martin, RTX Corporation, dan Northrop Grumman mencatatkan kenaikan lebih dari 3% karena potensi peningkatan anggaran militer di tengah konflik.
Sentimen Konsumen AS Membaik, Namun Terabaikan Pasar
Di tengah gejolak geopolitik, investor cenderung mengabaikan data ekonomi domestik. Survei Universitas Michigan menunjukkan bahwa indeks sentimen konsumen AS naik ke 60,5 di bulan Juni, level tertinggi dalam enam bulan terakhir dan melampaui ekspektasi. Namun data ini nyaris tidak mempengaruhi arah pasar karena fokus utama investor tertuju pada risiko konflik yang meningkat.
Prospek Harga Emas Hari Senin (16/06)
Pergerakan emas di time frame H4 menunjukkan tren naik yang kuat setelah berhasil menembus area resistance kunci di sekitar 3.429 yang kini menjadi support. Pergerakan harga juga berada di atas garis SMA 50, memperkuat bias bullish jangka menengah. RSI berada di atas level 70, mengindikasikan kondisi overbought namun masih sejalan dengan momentum kenaikan. Target kenaikan berikutnya berada di area 3.467 hingga 3.500 yang merupakan ekstensi Fibonacci 161,8%, dengan potensi jangka lebih panjang menuju 3.577 di level ekstensi 261,8%.
Namun, jika harga gagal mempertahankan posisi di atas support 3.429 dan menembus ke bawahnya, maka tekanan jual berpotensi meningkat dan membuka jalan bagi koreksi lebih dalam menuju area support berikutnya di 3.403 hingga 3.380. Penurunan lebih lanjut di bawah 3.380 akan mengubah bias menjadi netral hingga bearish dalam jangka pendek.
Data Perdagangan pada hari Jumat (13/06)
Open: 3.385,97 High: 3.446,74 Low: 3.379,57 Close: 3.432,84 Range: 67,17
GOLD INTRADAY AREA
R1 3.467 R2 3.500 R3 3.577
S1 3.429 S2 3.403 S3 3.380
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.430 |
| Profit Target Level | 3.465 |
| Stop Loss Level | 3.300 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 3.467 |
| Profit Target Level | 3.435 |
| Stop Loss Level | 3.500 |
Prospek Harga Minyak Hari Senin (16/06)
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan lonjakan tajam menembus beberapa area resistance kunci secara beruntun dan kini diperdagangkan di atas garis SMA50, mengindikasikan perubahan tren menjadi bullish. RSI telah memasuki zona overbought di atas level 75, mencerminkan momentum beli yang kuat namun juga mengindikasikan potensi koreksi jangka pendek.
Selama harga bertahan di atas area support terdekat di 72,24, peluang kenaikan masih terbuka dengan target selanjutnya di area resistance 75,16 dan 77,00. Jika level 77,00 berhasil ditembus, maka harga berpotensi melanjutkan penguatan menuju area 79,17. Namun, jika terjadi koreksi dan harga turun di bawah 72,24, maka tekanan jual bisa membawa harga kembali menguji support lebih rendah di 70,37 atau bahkan 68,62.
Data perdagangan pada hari Jumat (13/06)
Open: 67,41 High: 74,59 Low: 67,10 Close: 71,79 Range: 7,49
OIL INTRADAY AREA
R1 75,16 R2 77,00 R3 79,17
S1 72,24 S2 70,37 S3 68,62
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 72,30 |
| Profit Target Level | 75,10 |
| Stop Loss Level | 70,30 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 77,00 |
| Profit Target Level | 76,00 |
| Stop Loss Level | 78,00 |
Dapatkan update seputar Pasar saham global trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.3600. Selama harga bergerak di bawah level ini, tren penurunan diperkirakan akan berlanjut menuju area support di 1.3500–1.3425.





Pergerakan emas pada time frame grafik H4 menunjukkan kecenderungan bullish dalam jangka pendek, ditopang oleh pola higher low yang terbentuk di atas garis tren naik (ascending trendline) serta posisi harga yang bergerak di atas SMA 50. Indikator RSI 14 berada di sekitar level 61, menandakan adanya momentum positif namun belum dalam kondisi overbought, sehingga masih memberi ruang untuk kelanjutan penguatan menuju resistance di 3.403, 3.426, hingga 3.450.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan tren naik yang cukup kuat, dengan harga di atas SMA 50. RSI 14 berada di sekitar 64, mencerminkan momentum bullish yang masih sehat tanpa tanda-tanda jenuh beli yang ekstrem. Selama harga bertahan di atas support 66,26, peluang kenaikan ke area resistance 68,35 hingga 70,00 tetap terbuka, dengan potensi penutupan gap harga yang terjadi sebelumnya.

Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan pola higher low yang ditopang oleh trendline naik (biru), mengindikasikan tekanan beli yang mulai meningkat. Harga saat ini bergerak di atas SMA 50, yang menunjukkan momentum bullish jangka menengah. RSI 14 berada di kisaran 61, menandakan kondisi bullish moderat tanpa tanda-tanda overbought.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan penguatan harga yang signifikan setelah menembus resistance 66,26, didukung oleh posisi harga yang berada jauh di atas SMA 50 sebagai sinyal tren naik yang kuat. RSI 14 saat ini berada di zona overbought, sekitar 74,90, yang menandakan bahwa meskipun momentum bullish masih dominan, potensi koreksi jangka pendek tetap terbuka.
Secara teknikal, analisis Trading Central melihat potensi bullish pada harga emas di time frame H4. Level pivot berada di 3.320. Selama harga bertahan di atas level ini, target berikutnya diperkirakan menguji resistance di 3.360-3.400.

Pergerakan emas pada time frame H4 saat ini harga masih bergerak di bawah area resistance 3.338 dengan support terdekat di kisaran 3.293. Pergerakan harga masih tertahan di sekitar garis SMA 50, yang saat ini berperan sebagai resistance dinamis.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan tren naik yang didukung oleh posisi harga di atas SMA 50, yang kini berperan sebagai support dinamis. Saat ini harga tertahan di bawah resistance 65,57, dan jika berhasil menembusnya, ada potensi kenaikan lanjutan menuju 66,41 hingga 67,14.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan GBP/USD masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.3520. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan penurunan diperkirakan akan berlanjut dengan target ke area support 1.3465–1.3425.
